About
buku yang sayabaca
buku ini bercerita tentang cara mengoptimalkan kemampuan otak. sebenarnya otak manusia itu semua sama, tetapi yang membedakan adalah cara kita mengaktifkan dan menghubungkan semua indra-indra dengan pengalaman kita.
Labels
- Iseng-iseng (2)
- kuliah semester 4 (1)
- motivasi (17)
- programming (8)
- story about social networking (9)
- unekunek (3)
Labels
- Iseng-iseng (2)
- kuliah semester 4 (1)
- motivasi (17)
- programming (8)
- story about social networking (9)
- unekunek (3)
Sponsors
Labels
- Iseng-iseng (2)
- kuliah semester 4 (1)
- motivasi (17)
- programming (8)
- story about social networking (9)
- unekunek (3)
Pages
TRANSLATE
Blogroll
video-entry
Banner 468 x 60px
BUKU TAMU
KIRIM SMZ GRATIS DI SINI
Your browser does not support frame.
Link List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
- Iseng-iseng (2)
- kuliah semester 4 (1)
- motivasi (17)
- programming (8)
- story about social networking (9)
- unekunek (3)
Labels
- Iseng-iseng (2)
- kuliah semester 4 (1)
- motivasi (17)
- programming (8)
- story about social networking (9)
- unekunek (3)
Popular Posts
-
#include #include #include #include #include #include #include struct node { char name[20]; node *left; node *right; ...
-
"ibu tidak butuh anak yang pintar doang". ibu lebih butuh anak yang bisa doain ibu, yang sering nengokin ibu, yang bisa inget ibu ...
-
Seorang samurai yang hanya bersenjatakan tanto - pisau pendek, dan terpaksa berhadapan dengan musuh bersenjatakan ...katana - pedang maut, t...
-
Ada kalanya sewaktu bangun di pagi hari, tubuh rasanya malas-malasan, enggan bangun untuk mulai beraktivitas, inginnya bersembunyi di bawah ...
-
Facebook adalah sebuah social networking yang baru saja dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg...
-
Di dunia di mana setiap orang dapat membeli hampir apapun secara online, mungkin sulit untuk memulai dan mempertahankan bisnis yang menjual ...
-
Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan, la takkan me...
-
Kalau kata Zeke Khaseli, Galau is So 2002. Tapi apakah benar? Kenyataannya, galau belakangan ini malah makin populer. Di social media ada ...
About Me
About Me
Followers
Jumat, 29 Oktober 2010
TITIK SEMESTA

banyangkan sebenarnya ketika semuanya elemen dari semesata itu belum tercipta. ketika alam semesta, diri anda, pohon2, dan semua elemen kimia belum tercipta. tahukah Anda semua itu berasal dari sebuah bagian terkecil dari alam SEMESTA yang selama ini kita tidak sadari. yang dinamakan dengan TITIK.
tubuh yang kita diami ini adalah susunan gabungan dari sebuah titik hingga akhirnya menjadi bagian yang sempurna. Sama halnya dengan seorang pelukis yang memulai sebuah lukisannya dengan menempatkan titik2 hingga menjadi sebuah goresan yang indah dan bermakna sama halnya dengan Allah (TUHAN PENCIPTA ALAM) memulai semua dengan TITIK hingga SEMESTA ini pun menjadi semesta yang INDAH.
tanpa kita sadari manusia sebenarnya hanyalah bagian dari seperjuta miliar bagian dari titik yang begitu kecil. Seperti halnya sebuah tetesan air yang anda tempatkan di lautan samudra. Begitu kecil'a sampai-sampai tidak terlihat.
karena begitu kecilnya manusia tidak menyadari menjadikan kesombongannya sebagai bukti bahwa MEREKA itu KUAT,BESAR hingga ia melupakan sang pemilik SEMESTA.
mulailah hari ini dengan MENYADARI bahwa begitu kecilnya diri ini. sebagai seorang manusia. Buanglah semua kesombongan, pamer dan ketamakan seorang manusia.
LAKUKANLAH DENGAN PENUH KESADARAN.
Sabtu, 13 Maret 2010
mujizat Allah: ada sungai euy di dalam laut


Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Subhanallah : (QS Fushshilat : 53) = (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidakditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silamakhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan
.” (Q.S Al Furqan:53)
Subhanallah : (QS Fushshilat : 53) = (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidakditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silamakhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan
batas yang menghalangi
Label:
motivasi
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
